16 June 2015

Sabtu Bersama Bapak, Yang baru selesai saya baca


"Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat."
"Iya, sih. Tapi, mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat."

Tulisan diatas merupakan salah satu kulitap  penggalan isi dari buku Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya. Saya baru saja selesai membaca buku ini.


Novel ini sarat makna. Tanpa terkesan mendikte, Si penulis sukses menjejalkan pesan dan nilai-nilai moral bagi pembacanya. beberapa hal baru juga sukses menggelitik konsep yang saya yakini. Di antaranya pembahasan mengenai anak sulung. Saya anak sulung, tadinya mikir kalau kelak saya punya anak, saya akan mendidik anak saya seperti orangtua saya mendidik saya, yaitu membuat anak berpikir bahwa anak sulung itu harus jadi panutan.

"Menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya."
"Menjadi panutan adalah tugas orangtua untuk semua anak."

Selain itu, perihal IPK yang dianggap tidak lebih penting daripada softskill, juga adalah yang selama ini saya yakini namun Adhitya Mulya sang penulis  memiliki jawaban lain.

Kesimpulannya , Secara keseluruhan, well, Sabtu Bersama Bapak adalah buku self-help yang sangat bagus dengan amanat untuk menjadi seorang ayah yang baik serta nilai-nilai keluarga yang diselipkan.  Sangat layak dibaca siapa saja. Anak, bapak, ibu, suami, istri, pacar, gebetan, pria, wanita, tua, muda, ABG, dan sebagainya. Monggo Sedulur semuanya….mari membaca.

Selamat Membaca…

No comments:

Post a Comment