10 May 2016

Mengunjungi Uniknya Pasar Papringan Di Temanggung

Rimbunan rumpun bambu menjadi peneduh aktivitas pedagang dan pembeli dalam gelaran Pasar Papringan di Dusun Kelingan, Desa Caruban, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kebun bambu yang disulap menjadi pasar tersebut hampir tidak ada tempat yang becek meskipun musim hujan karena di antara rumpun bambu telah dipasang trasahan batu atau semen sehingga tampak bersih dan asri.

Nuansa tradisional menghiasi setiap lapak pedagang berupa lincak (papan bambu) untuk menggelar dagangan berupa makanan tradisional, hasil pertanian, dan kerajinan. Lokasi Pasar Papringan berjarak sekitar satu kilometer dari jalan raya Temanggung-Kandangan.

Untuk mencapai lokasi tersebut akses jalan sudah beraspal dan kanan-kiri jalan terdapat kebun kopi yang luas milik warga. Pasar yang dilaksanakan setiap minggu wage ini sudah digelar empat kali dan selalu sukses dikunjungi banyak orang,  saya baru pertama datang kesini.

"Kami menolak plastik di Pasar Papringan, sebisa mungkin menggunakan batok, piring lidi atau daun pisang, jati, kertas dan sebagainya," kata salah satu penjaga stan disana.

Ada hal unik dalam penyelenggaraan Pasar Papringan, yakni dalam bertransaksi tidak menggunakan uang rupiah, tetapi koin bambu atau pring. Koin yang disediakan, yakni satu pring, lima pring, 10 pring, dan 50 pring. Satu pring setara dengan Rp1.000.

Sampai jumpa di Pasar Papringan berikutnya!









2 comments:

  1. Astaga, acaranya menarik banget, sayang jauh, di Temanggung :( Saya selalu suka sama kegiatan yg bertema tradisional macam begitu, nice share mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf saya bukan mbak..tapi mas..Salam kenal ya..Makasih sudah berkunjung...

      Delete