17 November 2016

Merti Dusun, Grebeg Saparan Desa Ngaditirto, Selopampang, Temanggung


Desa Ngaditirto Kecamatan Selopampang Temanggung, rabu (16/11) menggelar kirab budaya grebeg Sapar yang berlangung cukup meriah. Acara tahunan ini sebagai ungkapan syukur pada Allah Tuhan Yang Maha Esa, mempertahankan dan mewariskan nilai-nilai kearifan lokal Temanggung khuunya dan budaya Jawa pada umumnya.


Saya cukup antusias dalam mengikuti dan menonton acar tersebut meskipun pada sore harinya diertai hujan sampai malam hari. Acara yang dihairi Camat Selopampang, Dinas Pariwiata Temanggung dan Wakil Bupati Temanggung itu berlangung cukup ramai dan hikmat.

Tiga gunungan yang tersusun dari hasil bumi di usung warga kirab keliling desa, yang dimulai dari depan rumah kepala desa dan berakhir di depan panggung kehormatan. Dibelakangnya ratusan seniman gunung dan kelompok kesenian perwakilan dari setiap RT mengiringi. Semua warga antusias alam mengikuti acar terebut.

Pagi hari sebelum kirab, sejumlah warga dipimpin sesepuh desa mengambil air suci di mata air lepen Bangun dan Mbah Suro sekitar dua kilometer dari pemukiman. Air itu di akhir kirab dicipratkan pada peserta. Pagi itu juga digelar ritual jamasan kuda di kali Tejo.

Pada malam harinya digelar mujahadah doa bersama serta pementasan wayang semalam suntuk yang sekaligus ruwat desa, selain wayang ada pertunjukan Kesenian Kuda Lumping, Topeng Ireng dan pertunjukan kesenian lainnya, baik itu dari Keseian desa Ngaiterto sendiri maupun kesenian dari luar desa yang sengaja diundang untuk meramaikan acar terebut.

Ini anak saya Bintang ketika minta didandanin sebelum mengikuti kirap Grebeg Saparan tersebut


No comments:

Post a Comment